Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

BERAQIQAH DAN BERSEDEKAH JADI SATU DENGAN SATU KALI KLIK

 

design by canva

Aqiqah bukan lagi kata asing di telinga masyarakat muslim Indonesia. Sering kali kata aqiqah identik dengan kelahiran bayi. Aqiqah disebut juga bentuk rasa syukur orang tua karena telah dikaruniani seorang anak. Aqiqah dilakukan dengan memotong hewan. Sering kali aqiqah disamakan juga dengan kurban. Padahal aqiqah dan kurban itu berbeda.

Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas sedikit tentang aqiqah, yang mana bisa menjadi referensi untuk teman-teman sekalian. Silakan duduk sembari menyeduh kopi.

Pengertian aqiqah sendiri, dikutip dari buku Fiqih Aqiqah karya Rhomey Roslyn, menurut bahasa Arab, aqiqah berarti memutus dan melubangi. Jika dilihat secara umum, aqiqah merupakan proses penyembelihan hewan berupa kambing sebagai wujud rasa syukur orang tua kepada Allah SWT karena telah diberikan seorang anak.

Dilansir dari detik.com, aqiqah secara bahasa artinya rambut anak yang baru lahir. Sementara itu, merujuk pada buku Aqiqah: Tata Cara dan Doanya oleh Abu Nur Ahmad al-Khafi Anwar bin Shabri Shaleh Anwar, secara istilah aqiqah adalah penyembelihan hewan qurban karena kelahiran seorang bayi dalam sebuah keluarga sebagai rasa syukur atas karunia keturunan dari Allah SWT.

Pada intinya, yang dimaksud aqiqah adalah :

  • Penyembelihan hewan
  • Rasa syukur pada Allah

Dari pengertian di atas, teman-teman sudah paham kan tentang definisi dari aqiqah. Lalu bagaimana dengan hukumnya? Jujur, saya pribadi sempat mengalami kebingungan karena banyak pendapat di kalangan masyarakat dan kurangnya referensi.

Saya masih ingat, pada pertengahan bulan Januari tahun 2022 kemarin, ketika anak saya lahir, ada dua orang yang memberikan pendapat. Pendapat pertama dari paman saya, yang mengatakan aqiqah itu sunah, yang mana aqiqah tidak wajib dilakukan. Aqiqah dilakukan jika mampu dan saat bayi lahir. Jika aqiqah dilakukan setelah seorang anak dewasa, itu namanya bukan aqiqah melainkan sedekah.

Sementara pendapat kedua dari tetangga yang mengatakan aqiqah adalah wajib,  dilakukan pada setiap anak. Jika saat masih bayi, anak belum diaqiqahi, bisa dilakukan ketika dewasa. Bahkan pada pendapat kedua ini, aqiqah wajib dilakukan sebelum kurban. Jika belum aqiqah, ketika kurban aqiqah dianggap tidak sah.

Karena perbedaan pendapat tersebut, akhirnya saya mencari berbagai referensi. Dan saya  berharap teman-teman bisa mengambil referensi terbaik yang bisa diyakini.

Hukum Aqiqah

design by canva

Dalam buku Fiqih Aqiqah, hukum atas ibadah ini memiliki perbedaan pendapat para ulama. Seperti yang sempat saya singgung di atas, hukum ibadah aqiqah ada yang mengatakan wajib, ada juga yang mengatakan sunah muakkadah, ada juga yang mengatakan sunnah.

Dikutip dari website Aqiqah Nurul Hayat, dijelaskan hukum aqiqah, sebagimana diungkapkan oleh Abdullah Nashih Ulwan dalam kitab Tarbiyatul Aulad fi Al-Islam, pendapat para fuqoha tentang hukum aqiqah terbagi menjadi tiga.

Pertama adalah pendapat yang menyatakan bahwa aqiqah itu sunah yang merupakan pendapat dari Imam Malik, Imam Syafi'i, Imam Ahmad dan Abu Tsaur. Pada pendapat ini, kita tidak diwajibkan melakukan aqiqah. Namun, teman-teman dapat melakukan aqiqah jika mampu.

Kedua, pendapat yang menyatakan bahwa aqiqah itu adalah wajib. Ini merupakan pendapat dari Imam Hasan Al - Bashri, Al-Laits Ibnu Sa'ad dan yang lainnya. Dasar pendapat mereka adalah hadis yang diriwayatkan Muraidah dan Ishaq Bin Ruhawiah yang artinya : "Sesungguhnya manusia itu pada hari kiamat akan dimintakan pertanggungjawabannya atas aqiqahnya seperti halnya pertanggungjawaban atas lima waktunnya." Tentunya jika teman-teman meyakini pendapat dari ulama di atas, teman-teman wajib melakukan aqiqah.

Ketiga, pendapat yang menolak disyariatkannya aqiqah, Ini adalah pendapat ahli fiqih Hanafiah. Mereka berdasarkan pada hadis Abu Rafi, bahwa Rasulullah pernah berkata kepada Fatimah, "Jangan engkau mengaqiqahinya tetapi cukurlah rambunya". Namun, dari mayoritas pada fuqoha berpendapat bahwa konteks hadis tersebut justru menguatkan disunnahkan dan dianjurkannya aqiqah, sebab Rasullulah sendiri telah mengaqiqahi Hasan dan Husein. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa mengaqiqahi anak itu sunah dan diajurkan.

Setelah mengetahui, ketiga hukum aqiqah tersebut. Di dalam buku Fiqih Aqiqah pun menyatakan pendapat kebanyakan ulama, hukum aqiqah yang paling kuat adalah sunah muakkadah, yang artinya ibadah ini memang dianjurkan untuk dilaksanakan. Hal ini berdasarkan ajaran Rasulullah SAW dan beliau mempraktekannya secara langsung.

Dari penjabaran  singkat di atas, teman-teman bisa menyimpulkan sendiri, mana yang dapat teman-teman ikuti. Saya pribadi meyakini pendapat yang mengatakan bahwa aqiqah hukumny sunnah, karena sesuai dengan tuntunan Imam Syafi’i yang sering dijadikan pedoman. Selain itu, hukum sunah tidak memberatkan kita yang tidak mampu.

Meski demikian, saya ingin suatu saat nanti, insyaallah jika diberi kemudahan rezeki, bisa mengaqiqahkan anak. Itulah kenapa selain mencari referensi, saya juga mencari aqiqah yang tepat dan dapat dipercaya. Setelah menelusuri di berbagai media sosial, saya menemukan Instagram Aqiqah Nurul Hayat yang merupakan pelopor aqiqah siap saji. Menarik, bukan?

Aqiqah Nurul Hayat

design by canva

Aqiqah Nurul Hayat memiliki memiliki sebutan pelopor aqiqah siap saji. Tentunya ini sangat cocok untuk aqiqah keluarga indonesia. Saya yakin, setiap keluarga di Indonesia pasti ingin mengaqiqahkan anak-anaknya sebagai bentuk rasa syukur.

Selain itu, aqiqah cenderung memiliki harga atau biaya mahal. Saya pribadi tidak melakukan aqiqah pada anak pertama kemarin karena sempat diberi tahu jika harga satu kambing sekitar empat juta ke atas. Itu belum diproses masak matang. Namun, jika menilik harga aqiqah di website Aqiqah Nurul Hayat, teman-teman bisa melakukan aqiqah dengan harga terjangkau.

Saya amati harga untuk aqiqah di Nurul Hayat  mulai dari harga Rp 1.500.000,00 ke atas. Tentunya ini tidak menyulitkan bagi aqiqah keluarga Indonesia. Karena dari harga tersebut sudah mendapat menu sesuai yang diinginkan. Adapun menu yang dipilih, bisa di cek di website Aqiqah Nurul Hayat.

Tidak sampai di situ, bagi teman-teman yang memesan di Aqiqah Nurul Hayat bisa dengan bersedekah. Karena aqiqah di Nurul Hayat, hasil keutungannya dari penjualan setelah dikurangi biaya operasional digunakan untuk mendukung beasiswa anak yatim. Keren kan? Bisa beraqiqah sekaligus bersedekah dengan satu klik.

Aqiqah Nurul Hayat sudah tersebar di lebih dari 55 kota di  indonesia yang dapat teman-teman jumpai. Ini memudahkan teman-teman untuk melakukan aqiqah. Selain harga yang terjangkau, pastinya lebih praktis dan efisien. Aqiqah Nurul Hayat juga dipercaya loh sama artis-artis Indonesia.

Itulah sedikit pembahasan tentang aqiqah. Semoga kita selalu diberi kemudahan dan rezeki yang mengalir dari berbagai arah. Sehingga untuk melakukan ibadah, khususnya aqiqah tidak terhalang oleh biaya. Yuk, aqiqah semampu kita!

Posting Komentar untuk "BERAQIQAH DAN BERSEDEKAH JADI SATU DENGAN SATU KALI KLIK"